Skip to main content

Si Gembul dan Satu Mangkok Mie Ayam


 

Di sebuah desa kecil yang damai, tinggallah seorang pria bernama Gembul. Sesuai namanya, Gembul memang memiliki postur tubuh yang besar karena hobinya makan. Setiap hari, Gembul selalu mencari makanan enak di desa itu. Namun, ada satu makanan yang paling ia sukai, yaitu mie ayam buatan Bu Salamah.

Bu Salamah adalah seorang janda yang tinggal di desa itu bersama anak-anaknya. Ia menjual mie ayam di warung kecilnya untuk menghidupi keluarga. Mie ayamnya terkenal lezat hingga ke desa-desa sebelah.

Suatu hari, Gembul datang ke warung Bu Salamah seperti biasa. Tapi kali ini, ia membawa niat yang sedikit berbeda. Di desa itu sedang ada perlombaan makan mie ayam terbanyak, dan Gembul yakin dia bisa menang.

"Bu Salamah, saya mau ikut lomba makan mie ayam," kata Gembul dengan penuh semangat.

Bu Salamah tersenyum. "Baiklah, Gembul. Tapi, ada satu syarat."

"Syarat apa, Bu?" tanya Gembul dengan penasaran.

"Kamu harus bisa menghabiskan satu mangkok mie ayam spesial ini tanpa minum air sama sekali," jawab Bu Salamah sambil menghidangkan semangkok besar mie ayam dengan tambahan cabai rawit merah yang banyak.

Gembul pun setuju dengan syarat itu. Ia mulai makan mie ayam itu dengan lahap. Awalnya ia merasa biasa saja, tapi setelah beberapa suap, ia mulai merasakan panas yang luar biasa di mulutnya. Keringat bercucuran dari dahinya, wajahnya merah seperti tomat, namun ia tetap gigih.

Orang-orang yang melihatnya tertawa terbahak-bahak. Mereka tahu betapa pedasnya mie ayam itu, namun mereka juga kagum dengan keteguhan hati Gembul. Meski pedas, Gembul terus makan hingga akhirnya mangkok itu habis.

Setelah selesai, Gembul meraih segelas air dan langsung meneguknya habis. "Alhamdulillah," katanya dengan napas tersengal-sengal. "Saya berhasil, Bu Salamah."

Bu Salamah tersenyum bangga. "Selamat, Gembul. Kamu memang hebat. Tapi, ada satu pelajaran yang ingin saya sampaikan."

Gembul mengerutkan kening. "Pelajaran apa, Bu?"

"Keteguhan hati dan kesabaran adalah kunci dalam menghadapi segala cobaan. Seperti hari ini, kamu bisa mengatasi pedasnya mie ayam karena kamu tetap gigih dan sabar. Begitu pula dalam hidup, kita harus selalu sabar dan tabah dalam menghadapi segala ujian dari Allah," jelas Bu Salamah.

Gembul tersenyum. Ia merasa pelajaran itu sangat berharga. Sejak hari itu, Gembul tidak hanya dikenal sebagai pria besar yang suka makan, tapi juga sebagai pria yang sabar dan tabah. Ia menjadi contoh bagi warga desa dalam menghadapi setiap cobaan dengan keteguhan hati dan kesabaran.

Dan begitulah, si Gembul yang lucu dan konyol berhasil memberikan hikmah islami yang dalam kepada semua orang di desanya.

Comments

Popular posts from this blog

Bengkak

Parjo menemui dokter spesialis kelamin. Katanya, “Dok, saya punya masalah, tapi Dokter harus janji dulu untuk tidak tertawa nanti yah?” “Tenang. Saya janji tidak akan tertawa. Itu melanggar sumpah kedokteranku,” jawab dokter bersahaja. Parjo langsung menurunkan celananya, burungnya ternyata kecil sekali, mungkin diameternya hanya sebesar pensil steadler 2B. Melihat barang yang hanya seadanya, dokter tak kuat menahan tawanya, dia tertawa terpingkal-pingkal, sampai berguling-guling dilantai. Beberapa menit kemudian baru dia dapat mengendalikan emosinya. “Maaf Mas. Hhh.. hh.. Saya kelepasan. Saya janji tidak akan tertawa lagi. “Nah, sekarang masalah Saudara apa?” kata dokter, berjuang keras menyembunyikan sisa tawanya. Parjo ngomong dengan nada sedih : “Burung saya sudah tiga hari bengkak begini..”

Bonus Karyawan

Budi dan Toyip sedang menunggu di ruangan boss mereka sambil main HP..Beberapa menit kemudian datanglah si boss Boss : Stop pegang HP !! (langsung mengambil HP yang sedang dipegang Budi) Boss : Kalian akan kuberikan bonus karena sudah menguntungkan perusahaan ini…. masing2 dapat 200 juta !! Budi & Toyip : Makasi boss Boss : Eits.. bukan hanya itu.. ada bonus tambahan lain.. (Datanglah seorang wanita yang sangat cantik… ke dalam ruangan) Boss : Toyip.. ini bonus tambahan untuk mu.. dia akan menemanimu selama 1 hari.. dan Toyip ( berbisik.. Kamu terserah mau ngapain aja).. bagaimana Toyip ?? Kamu mau ?? Toyip : (sambil nelen ludah dan tanpa berpikir panjang).. mau boss !! Boss : Hahaha.. ok2.. dia akan menemanimu… sekarang Budi.. sama seperti Toyip.. kamu mau bonus tambahan ini Budi ? Budi : (diam 2 menit) Tidak boss !! Boss : Hah ?.. Budi saya tau kamu sudah beristri.. tapi pikirkanlah lagi.. bagaimana jika saya beri kamu.. 2 wanita yang akan menemanimu ? Budi : (diam 2 menit) Tidak...

Kisah 2 Ekor Kutu.

2 ekor kutu yang bersahabat karib sudah lama pisah, karena Kutu kecil di Surabaya dan Kutu Besar di Bandung, lalu bertemunya di Jakarta. Kutu besar: “Lu ke sini naik apa?” Kutu kecil menggigil kedinginan menjawab: “Pesawat donk.. Gue nemplok di kumis Pilot, kebetulan AC di Cockpit kenceng banget, gue jadi kedinginan” Kutu besar memberi saran: “Lain kali, jangan milih kumis, tapi pilih pramugari aja, masuk ke dalem ROK terus merayap ke atas, disitu ada tempat yang ANGET..” Selang 5 hari, kedua kutu ketemuan lagi. Kutu kecil masih kedinginan. Kutu Besar: “Kayaknya lu gak ngikutin saran gua deh?” Kutu kecil: “Udah kok. Gue udah masuk ke dalem ROK Pramugari, emang ANGET sich, sampe² gue ketiduran! Eh..bangun² gue udah di KUMIS Pilot lagi....?