Pak Budi, pria paruh baya, sedang berjalan-jalan di mall ketika melihat toko kacamata. Merasa penglihatannya akhir-akhir ini menurun, dia pun memutuskan untuk memeriksakannya.
Setelah serangkaian tes, dokter mata berkata, "Pak Budi, penglihatan Anda minus lima. Cukup parah, tapi bisa dikoreksi dengan kacamata."
Pak Budi mengerutkan kening. "Minus lima, ya dok? Tapi kok di poster itu saya lihat artis seksi pakai bikini ya?"
Dokter mata itu tersenyum geli. "Oh, itu bukan poster, Pak. Itu jendela toko sebelah."
Parjo menemui dokter spesialis kelamin. Katanya, “Dok, saya punya masalah, tapi Dokter harus janji dulu untuk tidak tertawa nanti yah?” “Tenang. Saya janji tidak akan tertawa. Itu melanggar sumpah kedokteranku,” jawab dokter bersahaja. Parjo langsung menurunkan celananya, burungnya ternyata kecil sekali, mungkin diameternya hanya sebesar pensil steadler 2B. Melihat barang yang hanya seadanya, dokter tak kuat menahan tawanya, dia tertawa terpingkal-pingkal, sampai berguling-guling dilantai. Beberapa menit kemudian baru dia dapat mengendalikan emosinya. “Maaf Mas. Hhh.. hh.. Saya kelepasan. Saya janji tidak akan tertawa lagi. “Nah, sekarang masalah Saudara apa?” kata dokter, berjuang keras menyembunyikan sisa tawanya. Parjo ngomong dengan nada sedih : “Burung saya sudah tiga hari bengkak begini..”

Comments
Post a Comment