Ada seorang suami yang di dompetnya terdapat foto istrinya. Teman-temannya memuji dia sebagai suami yang ideal.
Salah seorang temannya bertanya apa gunanya membawa foto istri. Dia menjawab, "kalau saya punya persoalan di kantor aku selalu memandang foto tersebut, dan persoalan itu hilang."
"Wah alangkah bahagianya kamu mempunyai istri seperti itu, bagaimana bisa begitu?" tanya temannya.
"Ya, kalau saya melihat foto istri saya, semua persoalan apa pun di kantor, menjadi tidak ada apa-apanya dibandingkan persoalan hidup dengan dia!" jawabnya.
Parjo menemui dokter spesialis kelamin. Katanya, “Dok, saya punya masalah, tapi Dokter harus janji dulu untuk tidak tertawa nanti yah?” “Tenang. Saya janji tidak akan tertawa. Itu melanggar sumpah kedokteranku,” jawab dokter bersahaja. Parjo langsung menurunkan celananya, burungnya ternyata kecil sekali, mungkin diameternya hanya sebesar pensil steadler 2B. Melihat barang yang hanya seadanya, dokter tak kuat menahan tawanya, dia tertawa terpingkal-pingkal, sampai berguling-guling dilantai. Beberapa menit kemudian baru dia dapat mengendalikan emosinya. “Maaf Mas. Hhh.. hh.. Saya kelepasan. Saya janji tidak akan tertawa lagi. “Nah, sekarang masalah Saudara apa?” kata dokter, berjuang keras menyembunyikan sisa tawanya. Parjo ngomong dengan nada sedih : “Burung saya sudah tiga hari bengkak begini..”
Comments
Post a Comment