Seorang laki-laki datang ke Institute of Science, tempat para peneliti memperagakan hasil penemuan mereka dan mendapatkan hak paten bagi penemuan tersebut.
"Saya telah menemukan alat untuk membuat manusia bisa berbicara dengan manusia lain di tempat yang berjauhan. Saya menamakan alat itu… telepon," katanya.
Para hadirin terkagum-kagum. Tak lama kemudian, datang lagi dua orang bersaudara. "Kami telah menemukan alat untuk membuat manusia bisa terbang seperti burung. Dan kami menamakan alat itu… pesawat terbang."
Para hadirin makin kagum. Tiba-tiba, datanglah seseorang dari Indonesia.
"Saya telah menemukan alat untuk bisa membuat manusia bisa berjalan menembus dinding, kaca dan besi," katanya. Para hadirin heboh besar.
"Saya menamakan alat itu… pintu."
Parjo menemui dokter spesialis kelamin. Katanya, “Dok, saya punya masalah, tapi Dokter harus janji dulu untuk tidak tertawa nanti yah?” “Tenang. Saya janji tidak akan tertawa. Itu melanggar sumpah kedokteranku,” jawab dokter bersahaja. Parjo langsung menurunkan celananya, burungnya ternyata kecil sekali, mungkin diameternya hanya sebesar pensil steadler 2B. Melihat barang yang hanya seadanya, dokter tak kuat menahan tawanya, dia tertawa terpingkal-pingkal, sampai berguling-guling dilantai. Beberapa menit kemudian baru dia dapat mengendalikan emosinya. “Maaf Mas. Hhh.. hh.. Saya kelepasan. Saya janji tidak akan tertawa lagi. “Nah, sekarang masalah Saudara apa?” kata dokter, berjuang keras menyembunyikan sisa tawanya. Parjo ngomong dengan nada sedih : “Burung saya sudah tiga hari bengkak begini..”
Comments
Post a Comment