Skip to main content

Pelacur Di Las Vegas

William dan Mildred sudah menikah selama 25 tahun. Mereka memutuskan untuk merayakan pernikahan perak ini dengan bertamasya ke Las Vegas. Saat mereka memasuki hotel/kasino dan mendaftar, seorang wanita cantik mengenakan rok sangat pendek, jadi sangat ramah pada mereka berdua. William mengusir wanita itu dengan agak kasar, dan Mildred memprotesnya, “William, ia sangatlah manis, wanita tadi, dan kamu bertindak sangat kasar !”


“Mildred, ia seorang WTS !” jawabnya


“Saya tidak percaya. Wanita manis seperti itu ?”


“Oke, mari kita ke atas dan nanti akan saya buktikan !”


Di kamar mereka, William menelepon ke meja resepsionis dan meminta wanita panggilan (candie) untuk datang ke kamar 1217.


“Oke, sekarang kamu bersembunyi di kamar mandi dengan pintu yang cukup terbuka sehingga bisa mendengar kami, ok !” kata sang suami. Lalu bersembunyilah si istri.


Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan di pintu. William membukanya dan Candie itu masuk dengan menggoyangkan pinggulnya secara provokatif.


“Jadi, akhirnya kamu tertarik juga, ” katanya.


William bertanya, “Berapakah tarifmu ?”


“Tarif saya US$125, dan tip US$100 untuk servis spesial.”


William sangat terkejut, “US$125! Mahal sekali, gimana kalau saya bayar US$25 ?”


Candie tertawa terpingkal-pingkal, “Anda pasti sangat amat bodoh, jika berpikir dapat membeli seks dengan biaya itu !”


“Baiklah, jika demikian artinya kita tidak berjodoh. Bye…” Setelah wanita itu pergi, Mildred keluar dari kamar mandi. “Saya sangat tidak percaya.”


“Ah, lupakan saja ! Mari kita pergi minum-minum lalu makan malam.”


Di sebuah bar, saat mereka sedang menunggu cocktailsnya, wanita panggilan tadi mendekati William sambil menunjuk ke arah Mildred, dan berkata, “Kamu lihat kan, apa yang kamu dapatkan dengan US$25 ?”

Comments

Popular posts from this blog

Bengkak

Parjo menemui dokter spesialis kelamin. Katanya, “Dok, saya punya masalah, tapi Dokter harus janji dulu untuk tidak tertawa nanti yah?” “Tenang. Saya janji tidak akan tertawa. Itu melanggar sumpah kedokteranku,” jawab dokter bersahaja. Parjo langsung menurunkan celananya, burungnya ternyata kecil sekali, mungkin diameternya hanya sebesar pensil steadler 2B. Melihat barang yang hanya seadanya, dokter tak kuat menahan tawanya, dia tertawa terpingkal-pingkal, sampai berguling-guling dilantai. Beberapa menit kemudian baru dia dapat mengendalikan emosinya. “Maaf Mas. Hhh.. hh.. Saya kelepasan. Saya janji tidak akan tertawa lagi. “Nah, sekarang masalah Saudara apa?” kata dokter, berjuang keras menyembunyikan sisa tawanya. Parjo ngomong dengan nada sedih : “Burung saya sudah tiga hari bengkak begini..”

Bonus Karyawan

Budi dan Toyip sedang menunggu di ruangan boss mereka sambil main HP..Beberapa menit kemudian datanglah si boss Boss : Stop pegang HP !! (langsung mengambil HP yang sedang dipegang Budi) Boss : Kalian akan kuberikan bonus karena sudah menguntungkan perusahaan ini…. masing2 dapat 200 juta !! Budi & Toyip : Makasi boss Boss : Eits.. bukan hanya itu.. ada bonus tambahan lain.. (Datanglah seorang wanita yang sangat cantik… ke dalam ruangan) Boss : Toyip.. ini bonus tambahan untuk mu.. dia akan menemanimu selama 1 hari.. dan Toyip ( berbisik.. Kamu terserah mau ngapain aja).. bagaimana Toyip ?? Kamu mau ?? Toyip : (sambil nelen ludah dan tanpa berpikir panjang).. mau boss !! Boss : Hahaha.. ok2.. dia akan menemanimu… sekarang Budi.. sama seperti Toyip.. kamu mau bonus tambahan ini Budi ? Budi : (diam 2 menit) Tidak boss !! Boss : Hah ?.. Budi saya tau kamu sudah beristri.. tapi pikirkanlah lagi.. bagaimana jika saya beri kamu.. 2 wanita yang akan menemanimu ? Budi : (diam 2 menit) Tidak...

Kisah 2 Ekor Kutu.

2 ekor kutu yang bersahabat karib sudah lama pisah, karena Kutu kecil di Surabaya dan Kutu Besar di Bandung, lalu bertemunya di Jakarta. Kutu besar: “Lu ke sini naik apa?” Kutu kecil menggigil kedinginan menjawab: “Pesawat donk.. Gue nemplok di kumis Pilot, kebetulan AC di Cockpit kenceng banget, gue jadi kedinginan” Kutu besar memberi saran: “Lain kali, jangan milih kumis, tapi pilih pramugari aja, masuk ke dalem ROK terus merayap ke atas, disitu ada tempat yang ANGET..” Selang 5 hari, kedua kutu ketemuan lagi. Kutu kecil masih kedinginan. Kutu Besar: “Kayaknya lu gak ngikutin saran gua deh?” Kutu kecil: “Udah kok. Gue udah masuk ke dalem ROK Pramugari, emang ANGET sich, sampe² gue ketiduran! Eh..bangun² gue udah di KUMIS Pilot lagi....?