Skip to main content

80 Ekor Ayam

Pak husen memesan 80 ekor ayam untuk keperluan hajatan anaknya.

Pak husen : “saya pesan 80 ekor ayam, tolong antarkan besok ke rumah (sambil memberikan alamat rumahnya)”.

Bandar ayam : “siap tuan, akan saya suruh anak buah saya mengantar nya ke rumah tuan”.

Sepulangnya pak Husen, Bandar ayam itu segera memanggil anak buahnya yang bernama Joni.

Bandar ayam : “Joni, tolong antarkan 80 ekor ayam besok ke alamat ini (sambil memberikan alamat rumah pak Husen)”.

Joni : “Nganterin ayam-ayam? Beres Tuan!”

Besoknya dengan mengendarai sepeda motor si Joni pergi mengantarkan 80 ekor ayam tersebut. 40 ekor diletakkan di sebelah kanan dan sisanya 40 ekor lagi diletakkan di sebelah kiri. Akan tetapi malangnya, ditengah perjalanan dia terjatuh dari sepeda motornya…, ayam-ayam yang dia bawa langsung lepas dan pada lari berhamburan.

Orang-orang ramai berdatangan untuk mengetahui keadaan si Joni. Tetapi si Joni malah tertawa terbahak-bahak. Seseorang diantara orang-orang yang datang bertanya, mungkin ia merasa khawatir karena melihat si Joni yang tertawa-tawa.

Orang yang datang : “Mas, mas nggak apa-apa kan…? Kepalanya nggak sakit kan?”

Joni : “Ha… ha… ha…!”

Orang yang datang : “Mas, kenapa mas?”

Joni : “Ha… ha… ha…, dasar ayam-ayam goblok, mau kemana elu pada?!” (sambil menunjuk ke arah ayam-ayam yang berlari) Alamatnya kan ada di gue… Hua.. ha.. ha.. ha…..”

Comments

Popular posts from this blog

Bengkak

Parjo menemui dokter spesialis kelamin. Katanya, “Dok, saya punya masalah, tapi Dokter harus janji dulu untuk tidak tertawa nanti yah?” “Tenang. Saya janji tidak akan tertawa. Itu melanggar sumpah kedokteranku,” jawab dokter bersahaja. Parjo langsung menurunkan celananya, burungnya ternyata kecil sekali, mungkin diameternya hanya sebesar pensil steadler 2B. Melihat barang yang hanya seadanya, dokter tak kuat menahan tawanya, dia tertawa terpingkal-pingkal, sampai berguling-guling dilantai. Beberapa menit kemudian baru dia dapat mengendalikan emosinya. “Maaf Mas. Hhh.. hh.. Saya kelepasan. Saya janji tidak akan tertawa lagi. “Nah, sekarang masalah Saudara apa?” kata dokter, berjuang keras menyembunyikan sisa tawanya. Parjo ngomong dengan nada sedih : “Burung saya sudah tiga hari bengkak begini..”

Bonus Karyawan

Budi dan Toyip sedang menunggu di ruangan boss mereka sambil main HP..Beberapa menit kemudian datanglah si boss Boss : Stop pegang HP !! (langsung mengambil HP yang sedang dipegang Budi) Boss : Kalian akan kuberikan bonus karena sudah menguntungkan perusahaan ini…. masing2 dapat 200 juta !! Budi & Toyip : Makasi boss Boss : Eits.. bukan hanya itu.. ada bonus tambahan lain.. (Datanglah seorang wanita yang sangat cantik… ke dalam ruangan) Boss : Toyip.. ini bonus tambahan untuk mu.. dia akan menemanimu selama 1 hari.. dan Toyip ( berbisik.. Kamu terserah mau ngapain aja).. bagaimana Toyip ?? Kamu mau ?? Toyip : (sambil nelen ludah dan tanpa berpikir panjang).. mau boss !! Boss : Hahaha.. ok2.. dia akan menemanimu… sekarang Budi.. sama seperti Toyip.. kamu mau bonus tambahan ini Budi ? Budi : (diam 2 menit) Tidak boss !! Boss : Hah ?.. Budi saya tau kamu sudah beristri.. tapi pikirkanlah lagi.. bagaimana jika saya beri kamu.. 2 wanita yang akan menemanimu ? Budi : (diam 2 menit) Tidak...

Kisah 2 Ekor Kutu.

2 ekor kutu yang bersahabat karib sudah lama pisah, karena Kutu kecil di Surabaya dan Kutu Besar di Bandung, lalu bertemunya di Jakarta. Kutu besar: “Lu ke sini naik apa?” Kutu kecil menggigil kedinginan menjawab: “Pesawat donk.. Gue nemplok di kumis Pilot, kebetulan AC di Cockpit kenceng banget, gue jadi kedinginan” Kutu besar memberi saran: “Lain kali, jangan milih kumis, tapi pilih pramugari aja, masuk ke dalem ROK terus merayap ke atas, disitu ada tempat yang ANGET..” Selang 5 hari, kedua kutu ketemuan lagi. Kutu kecil masih kedinginan. Kutu Besar: “Kayaknya lu gak ngikutin saran gua deh?” Kutu kecil: “Udah kok. Gue udah masuk ke dalem ROK Pramugari, emang ANGET sich, sampe² gue ketiduran! Eh..bangun² gue udah di KUMIS Pilot lagi....?