Damn..! Sebegitu parahnya ternyata. Diri terbuai alunan melodi-melodi semu. Membutakan hati, menutup pikiran. Tersadar sudah berada di bibir jurang. Tak tahu jalan pulang.
Kala hari menjelang petang. Dengan sisa ransum di tangan. Tak mungkin tuk susuri jalan ulang. Satu-satunya jalan harus menerjang agar sampai ke seberang.
Akal kini berteriak, meski tersedak karat zaman, mencoba memberikan arahan. Jiwa yang hampir sekarat pun berseru, mencoba memberikan semangat.
Sebelum malam... masih ada waktu untuk menyiapkan kuda-kuda dan ancang-ancang. Sebelum malam... masih ada waktu untuk berpikir tenang. Sebelum malam... masih ada waktu untuk merenung sejenak. Sebelum malam... masih ada waktu untuk merancang cara tuk menerjang.
Meski nanti diri terpleset dan terplanting menuju seberang, meski akan ada tetesan darah keluar ketika mencari pijakan, meski jari akan lecet mencari pegangan, meski badan akan memar terbentur landasan. Sebelum malam menjelang.
judulnya mending diganti... jadi "Sebelum Makan Menjelang". hehehehhe
ReplyDeletepeace...